Ribut dengan Dishub Berujung Warga Pekanbaru Bikin Tembok Penghabisan

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Pekanbaru

Jalan di Pekanbaru ditutup warga dengan tembok setinggi 2 meter. Hal tersebut terjadi usai warga dengan punya tanah di lokasi itu terlibat keributan dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Tiang yang ditutup tembok tersebut berada di Kelurahan Per Marpoyan Damai, Pekanbaru. Dinding setinggi 2 meter dibangun di tengah jalan jadi membuat kendaraan ataupun karakter tak bisa melintas.

Pantauan detikcom , Kamis (15/4/2021), pengendara yang hendak melintas di jalan itu harus berputar balik. Jalan tersebut biasanya dilalui kendaraan yang akan melintas dari Jl Kartama menuju simpang Marpoyan-Pasir Putih.

“Ini sudah seminggu ditembok, ana warga di sini nggak bisa lewat lagi. Padahal ini kan jalan umum, jalan kita bersama, ” ucap seorang warga, Yasin.

Warga mengiakan kecewa dengan aksi jiwa pemilik tanah. Menurut masyarakat, penutupan jalan itu dikerjakan sepihak.

“Tidak ada musyawarah, langsung ditutup pakai tembok tinggi. Penutupan ini setelah ada kesibukan pemilik tanah dengan Jawatan Perhubungan, ” kata awak lain, Endang.

Berawal dari Cekcok Pemilik Tanah dengan Petugas Dishub

Ketua RW setempat, Ganjaran, mengungkap pemicu pemilik tanah membangun tembok di lokasi itu. Dia mengatakan penyudahan jalan dilakukan oleh warganya bernama Sayuti yang mengklaim kalau jalan itu mengakar sebagai tanah yang dibeli oleh istrinya.

“Sudah 12 tahun tiang ini jadi akses warga sekitar. Hari ini kita lihat, jalan ditutup sebab tembok, katanya jalan tersebut adalah miliknya (Sayuti), ” kata Rahmat.

Rahmat juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Sayuti. Namun, Sayuti disebut tak mau menuruti saran agar dinding itu tak dibangun dalam tengah jalan.

“Saya sangat kenal Sayuti, dia bilang masih ada hubungan keluarga dan hamba bilang iya ada ikatan keluarga. Tapi soal mengunci jalan saya bilang jangan, tetap ditutup, ” perkataan Rahmat.