PKS soal Gubernur Papua ke Papua Nugini Secara Gelap: Buat RI Tak Tenteram

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jayapura – Aksi gelap Gubernur Papua Lukas Enembe pergi ke Papua Nugini tanpa dokumen berujung deportasi. Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyebut aksi Lukas Enembe itu membuat Indonesia tak nyaman.

“Pertama tetap disayangkan kejadian ini. Gubernur adalah simbol tertinggi kawasan. Semua mesti legal dan menjadi contoh. Kejadian ini bisa membuat Indonesia tidak nyaman, ” ujar Mardani kepada detikcom , Jumat (2/4/2021).

Meski begitu, kesehatan tubuh Lukas Enembe perlu diperhatikan. Tingkat kedaruratan kesehatan Lukas Enembe juga mesti dipertimbangkan dalam menentukan sanksi.

“Tapi apapun, tersebut bisa diambil pelajaran untuk menertibkan dan membuat metode yang memudahkan bagi warga kedua negara untuk silih berhubungan. Terkait sangsi Kementerian Dalam Negeri yang mempunyai memutuskan, ” tuturnya.

Di kesempatan yang serupa, Mardani turut mendoakan kesembuhan Lukas Enembe. “Mendoakan bungkus gubernur segera sehat serta kejadian ini dijadikan kajian untuk ke depannya, ” ucap Mardani.

Diberitakan sebelumnya, Lukas Enembe mengaku pergi ke Papua Nugini secara ilegal yaitu dengan menggunakan ojek melalaikan jalur darat. Ia lari ke Papua Nugini untuk menjalani terapi saraf tangan.

“Saya berangkat untuk terapi saraf menduduki. Kalau saraf otak, kita sudah terapi di Jakarta. Sama-sama konsul saya pada sana, sejak hari prima, ” ujar Lukas Enembe.

Kepala Bagian Imigrasi Kanwil Kementerian Patokan dan HAM Provinsi Papua Novianto Sulastono mengatakan Lukas Enembe dideportasi oleh negeri Papua Nugini.

“Karena masuk ke PNG tanpa dokumen, yang bersentuhan dideportasi oleh pemerintah negeri sebelah (PNG), ” ucap Novianto. (isa/maa)