Persabungan Total TKI vs Jaksa Singapura

Singapura awut-awutan

Tenaga Kerja Nusantara (TKI), Parti Liyani baru-baru ini dinyatakan bebas dari tuduhan penyamunan barang milik pengusaha Singapura, Liew Mun Leong usai mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Singapura. Parti kini melakukan perlawanan total kepada jaksa penuntut dalam kasusnya secara mengajukan tuntutan ke pengadilan.

Kasus tuduhan terhadap Parti ini berawal pada tahun 2016, saat itu Parti dipecat jadi pembantu rumah tangga keluarga Liew setelah bekerja selama 9 tahun. Keluarga Liew menuduh Parti mengembat barang-barang mereka yang nilainya menyentuh SG$ 34 ribu (sekitar Rp 372, 9 juta), termasuk tanda tangan dan pakaian.

Parti membantah semua tuduhan itu, namun dalam persidangan tahun 2019 lalu, dia dinyatakan bersalah pada empat dakwaan pencurian. Parti divonis lebih dari 2 tahun penjara.

Tak puas atas vonis itu, Parti kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Singapura. Ketua Pengadilan Tinggi Chan Seng Onn mengabulkan permohonan itu dan membiarkan tuduhan pencurian terhadap Parti. Dan menyatakan bahwa keluarga Liew mempunyai ‘motif tidak tepat’ untuk menyampaikan tuduhan kepada Parti.

Dalam putusan banding ini, Ketua Chan Seng Onn juga menerangkan beberapa masalah dengan temuan balasan dan bagaimana kasus itu ditangani di pengadilan sebelumnya.

Hakim mencatat penggunaan pemutar DVD yang rusak oleh jaksa penuntut dalam persidangan, kerusakan itu tidak diungkapkan kepada hakim pengadilan ataupun kepada Parti. Jika jaksa penuntut mengetahui kerusakan itu, mereka seharusnya mengungkapkannya sepenuhnya, kata Hakim Chan.

Dalam penilaiannya, hakim mengatakan insiden pemutar DVD “sangat merugikan Parti” karena dia tidak diberi kesempatan untuk menguji pemutar DVD itu sampai pengadilan itu sendiri.