Permintaan China Warga Xinjiang Bahagia pada Tengah Isu HAM dan Kegiatan Paksa

Beijing

Presiden China, Xi Jinping mengklaim kebahagiaan semua etnis di Xinjiang meningkat. Klaim ini muncul di tengah isu pelanggaran HAM dan kerja paksa di Xinjiang.

Sama dengan dilansir Reuters , Senin (28/9/2020), China menuai kritikan atas perlakuannya terhadap etnis Muslim Uighur dan dugaan praktik kerja paksa di Xinjiang. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengutip laporan meyakinkan menyebut 1 juta warga Muslim di Xinjiang ditahan di kamp-kamp untuk dipekerjakan.

Otoritas China telah berulang kali membantah adanya penganiayaan dan penindasan kepada Uighur. Ditegaskan juga oleh China bahwa kamp-kamp di Xinjiang adalah pusat pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk mengatasi ekstremisme.

China bahkan menyebut bahwa kekuatan anti-China berupaya memfitnah kebijakan yang diterapkan di Xinjiang.

“Rasa merasakan hasil, kebahagiaan dan kebahagiaan di antara orang-orang dari seluruh kelompok etnis (di Xinjiang) tetap meningkat, ” sebut Xi dalam konferensi Partai Komunis China dengan digelar Jumat (25/9) dan Sabtu (26/9) waktu setempat.