Penting Bencana di Lembata Sudah Diterjang Siklon Tropis Tunjung

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta – Pulau Lembata salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat diterjang Siklon Tropis Seroja. Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang pasang yang terjadi pada wilayahnya.

Berdasarkan masukan yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (6/4/2021), status paham darurat bencana ini diterapkan selama dua minggu. Terkira sejak tanggal 4-17 April 2021, hal ini bertemu dengan Surat Keputusan Tumenggung Lembata Nomor 326, tertanggal 5 April 2021.

Diketahui, salah utama kabupaten Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda gelombang perangkat yang terjadi pada 2-5 April 2021 disertai abu dengan intensitas tinggi. Perihal tersebut berdampak pada enam wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Omesuri, Buyasuri, dan Wulandoni.

Diharapkan dengan penetapan kehormatan tanggap darurat ini, dapat mempercepat pemulihan dan kestabilan aktivitas perekonomian dan kelancaran arus transportasi bagi klub dan wilayah terdampak.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Pengurus Operasi (Pusdalops) BNPB, ada enam titik lokasi pengungsian para warga terdampak, yaitu di SMP Sabar Kaya Betun, SDK Betun satu dan 2, SDI Wemalae Betun, SDI Bakateu, serta SDI Kletek.

Selain itu, terdapat pula satu titik posko istimewa yang terletak di balairung Kantor Bupati dan kepala titik pos lapangan dalam Puskesmas Waipukang.

Data terakhir yang jadi dihimpun per Selasa (6/4), pukul 21. 00 WIB, BNPB mencatat jumlah objek meninggal dunia di Lembata sebanyak 28 orang, korban hilang 44 orang, pengungsi 958 orang, serta objek luka-luka 98 orang.

Adapun jumlah vila rusak ringan sebanyak 75 unit, rusak sedang 15 unit, dan rusak mengandung 224 unit.

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo beserta rombongan meninjau langsung kondisi lokasi pascabanjir bandang di Kabupaten Lembata pada Selasa (6/4). Doni mengunjungi RSUD Lewoleba Lembata, pos pengungsian, serta fasilitas dapur umum yang melayani kebutuhan pengungsi terdampak banjir bandang.

Doni juga sebelumnya telah memberikan instruksi kepada koordinator pada setiap pos pengungsian untuk mensosialisasikan pemahaman mengenai COVID-19. Jadi ada upaya pencegahan penularan COVID-19 di zaman suasana penanganan pascabencana.

Menurut laporan BMKG, sebagian besar wilayah pada Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 3-9 April 2021. BMKG pula telah mengeluarkan peringatan dini cuaca periode 4-6 April 2021. Wilayah NTT berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir beserta angin kencang.

Dalam sepekan ke pendahuluan potensi hujan sedang-lebat serupa diprediksi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Daksina, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

BNPB tetap mengimbau warga selalu waspada dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. (dwia/dwia)