Motor Poros Partai Islam Langgeng Ngegas Meski Diserang

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Jakarta

Dialog poros partai Islam buat Pilpres 2024 menyeruak belakangan ini usai Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketum PPP Suharso Monoarfa bertemu. Sejumlah parpol mengkritik dialog pembentukan poros partai Islam itu, meski begitu dalang Poros Partai Islam lestari melanjutkan wacana tersebut.

Awalnya kritik soal Poros Partai Islam hadir dari PAN. Ketua Ijmal (Ketum) PAN Zulkifli Hasan menilai wacana poros golongan Islam bertentangan dengan jalan rekonsiliasi nasional.

“Dalam satu-dua hari itu, saya menyimak munculnya artikel pembentukan koalisi partai Agama islam untuk pemilu tahun 2024. Saya menilai wacana itu justru kontra produktif dengan upaya kita melakukan rekonsiliasi nasional, memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negeri, ” kata Zulkifli pada keterangannya kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Politikus yang juga dikenal dengan panggilan Zulhas itu mengatakan politik identitas yang terbangun dalam Pilpres 2019 menimbulkan ketegangan di klub. Zulhas khawatir wacana pembentukan poros Islam justru membuat kembali politik identitas kaya yang terjadi pada Pilpres 2019.

“Masih jelas dalam ingatan kita Pilpres 2019 begitu berpengaruh menggunakan sentimen SARA serta politik aliran, politik nama. Luka dan trauma dengan ditimbulkan oleh ketegangan serta tarik-menarik itu masih terasa. Rakyat masih terbelah, meskipun elite cepat saja bergabung. Buktinya capres dan cawapres yang menjadi lawan sebab pasangan pemenang kini sudah bergabung, ” papar Zulhas.

“Menanggapi wacana koalisi partai Islam 2024 itu, PAN melihat justru ini akan memperkuat kebijakan aliran di negara kita. Sesuatu yang harus kita hindari. Semua pihak kudu berjuang untuk kebaikan dan kepentingan semua golongan, ” imbuhnya.

Partai Ummat Kritik Poros Partai Islam: Seperti Ditinggalkan Pendukung

Kritik terkait poros partai islam juga datang sejak Partai Ummat. Partai Ummat mengaku masih bingung terpaut rencana dibentuknya poros kelompok Islam untuk 2024. Kelompok Ummat beranggapan poros golongan Islam terkesan seperti keresahan partai-partai Islam yang berangkat ditinggalkan pendukungnya.

“Ya tentunya saya jadi bagian dari partai Islam menyambut baik inisiatif tersebut, tapi ada catatan, catatannya adalah partai Islam yang dimaksud partai Islam dengan beroposisi atau partai Agama islam yang sedang menjadi arah dari rezim ini, kalau koalisi partai Islam lalu dia termasuk bagian dari rezim ini saya tak tau gimana kerja samanya? ” kata Penggagas Kelompok Ummat, Agung Mozin masa dihubungi, Kamis (15/4/2021).

“Koalisinya seperti barang apa, apakah koalisi yang bakal dikooptasi oleh rezim ataupun koalisi untuk gimana, nggak ngerti saya, sungguh tak mengerti, tapi kalau misalnya dinyatakan kita ingin bangun koalisi partai-partai Islam, akur, ” lanjutnya.

Agung menduga koalisi gandar partai Islam ini sebetulnya digagas oleh partai yang mulai ditinggalkan pendukungnya. Selain itu, dia menilai gabungan poros partai Islam ini terkesan seperti bentuk kepanikan.

“Saya melihatnya itu kepanikan dari partai-partai Islam yang sudah mulai ditinggalkan pendukungnya, yang kemudian mereka mencoba bermanis-manis seolah-olah membangun koalisi Islam. Jangan sampai artinya koalisi golongan Islam digagas suatu kelompok yang mulai ditinggalkan oleh pendukungnya, jadi partai partai yang sudah tidak memiliki dukungan publik kemudian mereka mencoba untuk menyuarakan seperti menyuarakan suara Islam, padahal nggak juga tuh, ” ucapnya.

Bertambah lanjut, Agung menyinggung gabungan poros partai Islam ini mungkin dibentuk oleh partai yang saat ini mempunyai elektabilitas di bawah 1 persen. Dia menyebut kelompok itu tidak pernah berkata terkait persoalan yang dihadapi umat Islam.

“Partai-partai yang sudah berangkat 0 koma, 0 koma itu kan, mereka tersebut kan label Islam, akan tetapi ketika ada persoalan Agama islam mereka tidak pernah berbicara, tidak pernah menyuarakan barang apa yang menjadi keprihatinan umat Islam, termasuk yang zaman ini umat Islam dikriminalisasi & lain lain, itu itu nggak, tokoh-tokoh islam sungguh, mereka diam-diam aja tuh, ” ujarnya.