MKD DPR Siap Bahas Kasus Azis Syamsuddin Usai Reses

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta

Penggeledahan ruang kerja Pemangku Ketua DPR Azis Syamsuddin menghebohkan parlemen. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menyatakan siap membahas kasus Azis Syamsuddin setelah reses DPR.

“Semua tentang yang sudah teregistrasi pada MKD termasuk perkara Pak Azis baru akan dibahas setelah masuk masa sesi tanggal 6 Mei. Kerap pimpinan dan rapat privat MKD membahas kasus itu kemungkinan dilaksanakan tanggal 6 itu, ” kata Pengantara Ketua MKD DPR Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Habiburokhman mengaku ingin membahas semua kasus yang dilaporkan ke MKD DPR. Namun, Habiburokhman mengecap pembahasan aduan, termasuk ke Azis Syamsuddin, saat ini terkendala aturan soal reses.

“Tentu kami ingin semua mengenai segera dibahas, tapi ana harus mengacu pada aturan yang berlaku. Berdasarkan Perkara 1 angka 13 Susunan DPR Tentang Tata Aturan, kami tidak bisa melakukan kegiatan di DPR dalam masa reses karena masa reses kami harus ke dapil (daerah pemilihan), ” ucap Habiburokhman.

Sebelumnya, KPK menggeledah empat lokasi, di antaranya bagian kerja dan rumah jawatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Penggeledahan itu terpaut dengan kasus suap penyidik KPK dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju.

“Adapun empat kedudukan tersebut salah satunya bagian kerja Wakil Ketua DPR RI di gedung DPR RI dan rumah biro Wakil Ketua DPR RI. Sedangkan dua lokasi yang lain adalah apartemen dari pihak-pihak yang terkait dengan mengenai ini, ” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Sementara itu, Azis Syamsuddin pula dilaporkan ke MKD DPR. Pelapor Azis Syamsuddin ke MKD DPR adalah Pengantara Ketua Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Nusantara (LP3HI) Kurniawan Adi Nugroho. Dalam surat tanda dapat MKD, pokok aduan masukan tersebut adalah pertemuan kurun pihak yang sedang diselidiki KPK dan penyidik KPK di rumah dinas Azis Syamsuddin. Menurut Kurniawan, Azis sepatutnya tak memfasilitasi pertemuan tersebut.

Kuniawan menyebut Azis Syamsuddin telah melanggar kode etik.

“Nah, itu membentuk Pak Azis ini tempat sudah dari Komisi III di mana KPK pacar kerja dari dulu. Dia seharusnya tahu bahwa tersebut adalah perbuatan yang dilarang tapi itu justru dikerjakan apalagi ternyata pertemuan tersebut membahas perbuatan yang menyalahi hukum, ” ujar Kurniawan, Senin (26/4).

(gbr/tor)