Membelot, 2 Tentara Myanmar Ungkap Kebrutalan Militer pada Rohingya

Naypyitaw kepala

Dua tentara Myanmar yang membelot memberikan pengakuan melalui video soal kekejaman militer terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya. Keduanya mengaku diinstruksikan oleh komandan itu untuk ‘menembak semua yang kalian lihat dan kalian dengar’ masa menjalankan operasi di desa-desa Rohingya.

Seperti dilansir Associated Press , Kamis (10/9/2020), pengakuan semacam ini menjelma yang pertama disampaikan kepada publik oleh tentara Myanmar soal kontribusi militer dalam pembunuhan, pemerkosaan & berbagai tindak kejahatan lainnya terhadap Rohingya.

Lebih daripada 700 ribu warga Rohingya kabur dari Myanmar ke Bangladesh semenjak Agustus 2017, dalam upaya menyelamatkan diri dari operasi militer Myanmar yang disebut sebagai operasi pembersihan, usai kelompok pemberontak Rohingya menyerobot militer Myanmar di Rakhine.

Pemerintah Myanmar membantah tuduhan dengan menyebut tentaranya melakukan pemerkosaan serta pembunuhan massal, serta melakukan pembakaran terhadap ribuan rumah Rohingya.

Rekaman video yang menghadirkan pengakuan dua tentara Myanmar dengan membelot itu diposting kelompok PEDOMAN, Fortify Rights, pada sebuah kedudukan berbagi video. Disebutkan Fortify Rights bahwa video itu direkam di Juli lalu, saat kedua prajurit itu ditahan oleh Arakan Army, kelompok gerilya di Rakhine yang terlibat konflik bersenjata dengan militer Myanmar.

Disebutkan Fortify Rights yang fokus pada isu Myanmar bahwa kedua tentara itu melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh pada bulan lalu dan kini diyakini berada dalam tangsi Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Belanda. ICC diketahui sedang menyidik dugaan tindak kekerasan terhadap Rohingya.

Menurut Fortify Rights, kedua tentara yang diidentifikasi sebagai Myo Win Tun (33) & Zaw Naing Tun (30) tersebut bertugas pada batalion infrantri dengan berbeda. Keduanya disebut memberikan ‘nama-nama dan pangkat dari 19 karakter langsung dari militer Myanmar, tercatat diri mereka sendiri, juga enam komandan senior… yang mereka klaim memberikan perintah atau berkontribusi di dalam tindak kejahatan kejam terhadap Rohingya’.

Dalam pengakuannya, Myo Win Tun mengklaim bahwa unitnya membunuh dan menguburkan 30 orang dalam salah satu operasi tentara di desa Rohingya. Dia mengecap komandannya yang bernama Kolonel Than Htike memerintahkan unit militernya untuk ‘memusnahkan semua Kalar’ yang merujuk pada sebutan merendahkan untuk Rohingya.

Zaw Naing Tun, salah satu tentara Myanmar yang membelot memberikan pengesahan via video Foto: Arakan Army via AP