Malaysia Larang Masuk Warga dari 23 Negara, Termasuk Indonesia

Ambang Lumpur

Otoritas Malaysia melarang warga dari 23 negara yang mengadukan total lebih dari 150 ribu kasus virus Corona (COVID-19) buat masuk ke wilayahnya. Larangan menyelap Malaysia ini berlaku bagi masyarakat dari puluhan negara itu dengan memegang visa jangka panjang.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star , Selasa (8/9/2020), Departemen Imigrasi Malaysia mengumumkan bahwa larangan menyelap itu mulai berlaku pada Senin (7/9) waktu setempat. Larangan ini diberlakukan karena negara-negara itu merekam jumlah kasus Corona yang mulia.

Negara-negara yang warganya dilarang masuk Malaysia antara lain, Amerika Serikat (AS), Brasil, India, Rusia, Peru, Kolombia, Afrika Selatan, Meksiko, Spanyol, Argentina, Chile, Iran, Bangladesh dan Inggris. Kemudian serupa Arab Saudi, Pakistan, Prancis, Turki, Italia, Jerman, Irak, Filipina & Indonesia.

Daftar tersebut dipublikasi oleh Departemen Imigrasi Malaysia semenjak Jumat (4/9) pekan lalu.

Sementara kedatangan turis sudah dihentikan sejak pemberlakuan lockdown ataupun Perintah Pengendalian Pergerakan (MCO) di dalam Maret lalu, larangan terbaru itu akan mempengaruhi para pemegang visa jangka panjang dari 23 negeri yang masuk daftar.

Larangan ini juga berlaku bagi mereka yang memegang status permanent resident, para peserta program Malaysia My Second Homes (MM2H), para ekspatriat dan pemegang visa kunjungan terlatih. Pasangan atau suami/istri dari warga Malaysia juga pemegang visa mahasiswa juga dilarang masuk.

Pada 3 September lalu, pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa pihaknya hendak memberlakukan larang masuk bagi masyarakat dari negara-negara yang mencatatkan lebih dari 150 ribu kasus Corona mulai 7 September.

Menteri Senior Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, menyebut pemerintah bisa menambahkan negara-negara lain yang dianggap berisiko tinggi untuk penularan Corona dan warga dari negara itu akan dilarang masuk ke wilayah Malaysia.

Namun, bagi kasus darurat atau kasus melibatkan ikatan bilateral, otoritas Malaysia bisa membina pengecualian dan mengizinkan orang-orang itu masuk.

(nvc/ita)