KPK Tak Temukan Barang Bukti Terkait Kasus Bansos dari Rumah Ihsan Yunus

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta

Penyidik KPK menggeledah rumah anggota DPR RI Fraksi PDIP Ihsan Yunus pada Jakarta Timur sore tadi. Ternyata penyidik tak menemukan barang bukti terkait kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Corona.

“Penggeledehan tersebut telah selesai dilakukan tetapi sejauh ini tidak ditemukan sertifikat atau barang yang berkaitan secara perkara ini, ” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Rumah Ihsan Yunus berada di Jalan Kayu Putih Daksina 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Penyidik menggeledah rumah Ihsan Yunus selama lebih sejak dua jam sore tadi.

Penyidik meninggalkan rumah Ihsan sekitar pukul 17. 55 WIB. Saat meninggalkan rumah Ihsan, penyidik tampak membawa dua koper berwarna hitam. Namun ternyata koper itu kosong.

“Namun serupa itu, tim penyidik KPK dipastikan sedang akan terus mengumpulkan bukti serta melengkapi pembuktian pemberkasan perkara dengan tersangka JPB (Juliari Peter Batubara) dkk ini, ” katanya.

Kasus korupsi bansos Corona ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama pembukaan merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan perut nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dibanding setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Mutlak setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8, 2 miliar dan Rp 8, 8 miliar.

Dengan jalan apa nama Ihsan Yunus bisa menghunjam dalam dugaan korupsi Bansos. Simak di halaman selanjutnya.