KPK Geledah Kantor Pusat Bank Panin Terkait Dugaan Suap di Ditjen Pajak

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta – KPK tengah mengusut dugaan kasus suap dalam Direktorat Jenderal (Ditjen) Retribusi. Kali ini, KPK menggeledah kantor pusat Bank Panin di Jakarta.

“Tim Penyidik KPK dalam kasus dugaan TPK penerimaan uang lelah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak, telah jadi melaksanakan penggeledahan di provinsi DKI Jakarta yang bertempat di Kantor Pusat Bank Panin, Jakarta Pusat, ” ujar juru bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).

Penggeledahan itu dilakukan kemarin (23/3) dari pukul 10. 00 hingga 21. 00 WIB. KPK juga menyimpan sejumlah dokumen yang terpaut dugaan kasus suap tersebut.

“Di letak ini ditemukan diamankan di antaranya berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan perkara, ” tambahan Ali.

Tetapi, Ali tidak menjelaskan detil terkait dokumen dan bahan elektronik yang disita. Dokumen-dokumen tersebut akan segera dianalisa.

Sebelumnya, KPK memanggil sejumlah orang dengan terkait dengan kasus uang sogok di Ditjen Pajak itu. Salah satunya yakni seorang PNS dari Kementerian Keuangan RI bernama Febrian.

Dalam kasus ini, tim penyidik KPK telah menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama (JB) di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Letak penggeledahan bertempat di jawatan PT JB (Jhonlin Baratama) di Kecamatan Simpang 4, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Selain itu, tersedia 3 rumah yang digeledah penyidik KPK.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membeberkan modus suap di Ditjen Pajak semacam kasus-kasus suap yang terjadi sebelumnya. Menurutnya, suap pada Ditjen Pajak terkait pengurusan pajak sebuah perusahaan agar pajak perusahaan yang dimaksud bernilai rendah.

“Kalau di pajak membangun modusnya seperti itu, gimana caranya supaya WP (wajib pajak) bayar pajak rendah secara cara menyuap pemeriksanya agar pajaknya diturunkan, ” sebutan Alex kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/3).

Alex mengecap kasus suap ini diduga melibatkan pejabat di Ditjen Pajak. Suapnya diduga berguna puluhan miliar rupiah. (isa/isa)