KPAI Duga Muncikari Cilik dalam Bogor Dikendalikan Orang Masa: Harus Diungkap!

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta awut-awutan

Polisi menangkap muncikari anak berusia 17 tahun dan seorang lelaki dalam kasus prostitusi online di Bogor, Jawa Barat (Jabar). Komisi Perlindungan Bani Indonesia (KPAI) meminta agar dalang dari prostitusi yang melibatkan anak di lembah umur itu segera diungkap.

“Kami murung, karena anak melakukan kejahatan pasti ada yang salah di hulunya, sehingga bujang menindas anak. Yang sah polisi harus mengungkap tersebut, sehingga jelas rantai TPPO-nya, ” kata Komisioner KPAI, Ai Maryati kepada wartawan, Senin (12/4/2021).

Maryati meyakini kasus pelacuran ini dikendalikan oleh karakter dewasa. Dia meminta supaya polisi segera menemukan pemrakarsa dari kasus prostitusi tersebut.

“Saya mencium adanya orang dewasa yang mengendalikan, termasuk yang sewa apartemen tersebut. Karena, tren kriminalisasi pada anak sebagai muncikari juga biasanya berlaku untuk menyamarkan dalang yang sesungguhnya. Iya di sini ada sindikat yang multi peran, ” sebutnya.

Maryati menegaskan bahwa prostitusi online ini adalah melanggar hak anak. Tempat berharap proses hukum pada kasus ini dilaksanakan secara tegas.

“Jelas ini pelanggaran hak bujang, dan dia sudah mampu diproses secara hukum bertemu UU Sistem Peradilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012. Hukuman sesuai ketentuan. Karena jenis pidana yang dia lakukan juga agak sulit kalau didorong direvisi, ” tutur dia.

Lebih lanjut, Maryati mengatakan wali harus proaktif dalam mengawasi anak supaya tidak terlibat dalam prostitusi online. Dia menegaskan karakter tua adalah lingkungan pertama yang untuk mencegah terjadinya prostitusi.

“Peran orang tua harus proaktif dalam pengasuhan pada budak, terutama anak-anak yang sudah masa puber. Lebih penuh dialog dan menyampaikan pentingnya kesehatan reproduksi, termasuk pengawasan pada penggunaan gadget, supaya anak bergaul dengan dunia yang baik. Keluarga adalah basis pertahanan pertama budak tidak terlibat pada manifestasi pidana, ” papar Maryati.

Simak berita selengkapnya pada halaman berikut.