Kok Warga Rela Berdesakan Biaya di Pasar Tanah Raka?

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta

Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kerap kali ramai dikunjungi pembeli. Bahkan besar hari lalu pasar tersebut didatangi warga yang ingin belanja hingga membludak menerbitkan kerumunan. Kenapa warga rela berdesakan belanja di Pasar Tanah Abang?

Warga bernama Ninin (54) yang berasal dari Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengiakan belanja ke Pasar Tanah Abang untuk membelikan pemberian lebaran bagi keluarganya. Dia membeli sejumlah pakaian.

Ninin menjelaskan mengapa dia rela datang ke Pasar Tanah Abang biar tahu bahwa pasar itu sangat ramai didatangi pengunjung. Menurutnya, harga hingga karakter barang menjadi hal pokok dia memilih berbelanja pada Tanah Abang.

“Di sini itu produknya bagus, harganya serupa bagus, pilihannya juga banyak, ” kata Ninin era ditemui di blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Dia menyebut di Pasar Tanah Abang dirinya bisa mendapat barang pilihannya mulai kisaran harga Rp 150 ribu. Harga itu hendak berbeda jika dirinya mengambil barang yang sama pada toko pasar yang lain.

“(Di Pasar Tanah Abang) Rp 100 Ribu, Rp 150 seperseribu, kalau di luar tersebut kan bisa minimal Rp 250 ribu- Rp 300 ribu. Kualitas bagus, banyak banget pilihan, harga lebih murah, ” ucapnya.

Dia sebetulnya khawatir dengan kondisi terakhir tamu Pasar Tanah Abang yang dua kali lipat bertambah banyak dibanding hari biasanya. Menurutnya, di masa pandemi Corona ini dia gamang tertular ketika harus berdesakan di pasar.

“Tadi juga saya ragu-ragu kalau misalkan penuh saya mau pulang lagi karena takut masih pandemi. Tetap alhamdulillah sekarang nggak sepadat biasanya, ” ujarnya.

Hal senada serupa diungkap oleh warga Enau, Jawa Barat, bernama Wiwi Adawiyah (40). Dia berbelanja ke Pasar Tanah Kakak untuk membeli pakaian pesanan pelanggannya di Bogor.

“Belanja ke sini karena memang barangnya murah, komplit terus kan Negeri Abang merupakan termasuk tempat belanja yang terbesar di Asia Tenggara, ” katanya.

Wiwi mengiakan tak hanya kali itu saja datang ke Desa Abang untuk belanja. Dia setiap minggu datang ke pasar ini untuk bayaran kebutuhan toko pakaiannya dalam Bogor.

“Jadi memang setiap minggu saya belanja baik itu baju wanita terus dress serta sebagainya karena memang hamba jualan. Karena di sini grosiran harganya lebih murah kalau dibandingkan dengan wadah belanja yang lain, ” ucapnya.

“(Belanja ke Tanah Abang) Tidak kebutuhan lebaran juga, karena memang di kampung hamba ada beberapa tetangga yang memang mesan, ” tambahnya.

Dia sendiri bisa mendapat harga bahan di Pasar Tanah Kakak kisaran Rp 150 ribu. Wiwi biasa menjual barang belanjaanya di Bogor secara harga Rp 240 ribu.

“Misalkan dress saya belanja di sini Rp 150 ribu, kalau di daerah saya Enau dekat Lido itu jika sampe di sana mampu sampe Rp 240 ribu dengan kualitas barang dengan beda, ” katanya.

Pantauan detikcom di lokasi, sekitar pukul 12. 40 WIB, kondisi pasar lebih ramai jika dibanding tadi pagi. Warga yang datang berbelanja terlihat lebih banyak.

Mereka memilih berbelanja pakaian semacam gamis, baju koko, tenggat sarung untuk kebutuhan lebaran. Warga tak sedikit sampai ke pasar ini menyilakan keluarganya untuk memilih tepat pakaiannya yang diinginkan.

Sebelumnya, kerumunan terjadi di Pasar Tanah Kakak menjelang Lebaran membuat Pemprov DKI, dan TNI-Polri bertindak. Membeludaknya Pasar Tanah Abang diketahui terjadi pada Sabtu (1/5) hingga Minggu (2/5) sore.

Setidaknya, jumlah pengunjung yang sampai ke Pasar Tanah Raka pada pekan kemarin hampir 200 persen dari kapasitas. Imbasnya, jam tutup Rekan Tanah Abang pun dibagi dua sesi berdasarkan lantai ganjil dan genap.

(fas/mae)