Kekayaan Saya Ludes Jadi Objek Penipuan Uang Kripto Dogecoin, Lapor ke Mana?

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021. Jakarta

Uang kripto belakangan tersebut menjadi investasi yang ajaib dan menarik ratusan ribu orang untuk ikut membelinya. Alih-alih mendapatkan untung, tersedia yang malah buntung maka miliaran rupiah. Kok bisa?

Hal itu diceritakan seorang warga Tangerang, DS. Ia mengaku mengikuti menambang uang Dogecoin menggunakan pihak ketiga dengan sumpah profit 2 persen bola lampu hari. Bukannya untung, uangnya malah raib entah ke mana. Berikut cerita lengkapnya yang ditulis dalam sepucuk surat elektronik ke detik’s Advocate:

Selamat siang bapak atau ibu.
Saya DS daripada Tangerang

Ingin melakukan pelaporan terhadap ***. sarang dalam kasus penipuan

Zaman pada September 2020 kami mulai mendaftar di ***. net karena tergiur oleh jasa mining mata uang digital Doge dengan persetujuan kurang lebih 6 bulanan dan mendapat profit kurang lebih 2% per hari selama 6 bulan. Dan saya mendeposit uang digital doge 300. 000 Dogecoin. Bahkan lama aneh nya setelah saya deposit makin tak jelas arah tujuannya.

Dengan harusnya setiap hari mampu diambil sekitaran 200 seperseribu per hari dalam kurs waktu itu Rp 40 ribuan per dogecoin. Saja bisa diambil 5 kala saja. Setelah itu menyelam dengan alasan yang mengundur-undur waktu.

Ternyata bukan hamba saja yang kena helat. Ribuan orang kena helat. Termasuk dari negara-negara tetangga yang kena tipu sejak bisnis mining ***. net

Dan anehnya dari sekian ribu member ***. net, katanya banyak yang telah melapor ke polisi karena ini penipuan yang benar besar, mungkin bisa ratusan miliar atau triliunan sebab melihat harga jual doge saat ini yang terus melambung.

Saya yang bersentuhan bingung harus mengadu ke mana? Harta sudah tidak ada.

Mau melaporkan katanya sudah banyak, tapi belum ada tindakan. Mohon tolong ditindaklanjuti atau kalau bisa diviralkan

Terimakasih

Untuk menjawab permasalahan di atas, kami menghubungi advokat Alvon Kurnia Palma, S. H., M. H. Berikut pendapat hukumnya:

Apresiasi atas pertanyaannya Pak. Maaf kami tak mendapatkan informasi lebih terpaut dengan cara penambangan, skema keikutsertaan bersama pihak ketiga dan bentuk hukum sebab pihak ketiga ini. Walaupun demikian, kami akan memeriksa menjawabnya.

Di dalam penambangan uang kripto (cryptocurrency) setidaknya terdapat 2 (dua) cara penambangan. Pertama, berpadu kekuatan dengan para penambang lain dalam suatu tambak (pool) untuk mining kekayaan kripto yang kemudian berbagi imbalannya atas hasil dengan diperoleh dari mining (pool minning). Kedua membeli CPU power dari data center yang memiliki perlengkapan buat melakukan penambangan uang kripto mining cryptocurrency (cloud minning).

Perbedaan jarang keduanya adalah pool minning dengan claud minning ialah para penambang (miner) claud minning menambang melalui pihak ketiga yang memiliki bukti center. Sementara pool minning para miner langsung menggali bersama dengan penambang yang lain. Jadi tidak ada pihak ketiga yang memperantarainya kecuali jaringan komputer individual (node).

Setelah kami telusuri, sepertinya metode penambangan yang Bapak lakukan menggunakan metode (claud minning) secara mengunakan data center uluran tangan pihak ketiga yang belum saya temukan terdaftar pada Kemenkumham atau di departemen lainnya baik sebagai pranata hukum maupun sebagai personal subjek hukum.

Pihak ketiga yang memfasilitasi penambangan kerap menjanjikan taruhan keuntungan yang besar. Jalan sangat banyak motif pihak ketiga menawarkan calon penambang untuk mengunakan data centernya. Meski demikian, iming-iming yang besar harus menjadi peringatan awal untuk berhati-hati biar tidak menjadi korban kriminalistas.

Sangat banyak wujud kriminalitas saat menambang uang kripto khususnya mengunakan pihak ketiga (claud minning) di antaranya upaya pemerasan (blackmail), bursa kripto palsu, pemberian (giveaway), plagiat, malware, bertatap muka, penipuan transfer uang, email yang mengaku-ngaku daripada layanan yang digunakan untuk memperbaiki tapi bertujuan menyikat data pribadi (email phishing), website phishing, ponzi scheme, menjanjikan keuntungan kepada peserta berdasarkan sejumlah orang dengan berhasil diajak untuk bergabung (piramida scheme), pemberian penghargaan (hadiah giveaway), pump and dump, sebagian atau sepenuhnya memblokir akses perangkat kecuali anda membayar tebusan berupa bitcoin (ransomware) dan koin scam dikutip dari link BitCoin. Org pada tanggal 19 April 2021 tanda 21. 39.

Alvon Kurnia Palma Foto: Istimewa

Saat memasukkan pada pihak ketiga tersebut, paling tidak pendaftar menyerahkan data pribadi yang mengungkung alamat email, nomor relasi atau alamat sosial jalan yang di dalamnya tepat terkoneksi dengan data karakter lengkap kita. Kesemuanya tersebut merupakan data pribadi yang harus dilindunggi. Hal itu membuka ruang yang betul besar setiap orang menjelma korban kriminalitas.

Ikut serta menanamkan kekayaan pada startup yang menggali uang kripto (cryptocurrency) serta mendapatkan iming-iming presentase yang besar adalah bentuk penipuan mengunakan skema ponzi.

Pengertian dari skema ponzi ini adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor sebab uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan sebab investor berikutnya, bukan sejak keuntungan yang diperoleh sebab individu atau organisasi dengan menjalankan operasi ini. Sebagai suatu skema yang dipergunakan untuk penipuan, maka besar kemungkinan ini stratup ini akan menipu dan penipuan adalah perbuatan yang dilarang.

Sayang sekali saya tidak menemukan pihak ketiga yang Bapak sebutkan sebagai badan hukum (legal entity) yang terdaftar pada Kementerian Hukum dan PEDOMAN atau di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodit (BAPPEBTI). Dengan terdaftarnya pihak ketiga tersebut akan memudahkan bagi negara untuk menjalankan perannya sebagai otoritas yang menjamin perlindungan hukum bagi awak negaranya di Indonesia.

Apa yang bapak alami terdapat dugaan kuat unsur tindak pidana sama dengan diatur dalam Pasal 378 KUHP yang berbunyi:

Barang siapa secara maksud untuk menguntungkan muncul sendiri atau orang asing secara melawan hukum, secara memakai nama palsu ataupun martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kepura-puraan, menggerakkan orang lain buat menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang ataupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Bab 28 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2011 tentang ITE yang berbunyi:

Setiap Karakter dengan sengaja dan minus hak menyebarkan berita bongak dan menyesatkan yang melahirkan kerugian konsumen dalam Pembicaraan Elektronik.

Kerawanan hukuman atas pelanggaran Bab 28 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2011 tentang ini terdapat pada Pasal 45A ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan tempat UU Nomor 8 Tarikh 2011 tentang Informasi serta Transaksi Elektronik yang menyatakan:

Setiap Orang yang dengan sengaja & tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen di dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1. 000. 000. 000, 00 (satu miliar rupiah).

Selain KUHP dan UNDANG-UNDANG ITE, Bapak sebagai konsumen dari pihak ketiga bisa melaporkan dengan mengunakan Pasal 62 ayat (1) serta (2) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pelestarian Konsumen yang berbunyi:

(1) Pelaku daya yang melanggar ketentuan sama dengan dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2), dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara memutar lama 5 (lima) tarikh atau pidana denda memutar banyak Rp 2. 000. 000. 000, 00 (dua miliar rupiah). (2) Pelaku usaha yang melanggar keyakinan sebagaimana dimaksud dalam Kausa 11, Pasal 12, Perkara 13 ayat (1), Urusan 14, Pasal 16, serta Pasal 17 ayat (1) huruf d dan huruf f dipidana dengan kejahatan penjara paling lama dua (dua) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 500. 000. 000, 00 (lima ratus juta rupiah).

Demikian jawaban singkat kami, terima afeksi.

Alvon Kurnia Palma, S. H., M. H.

“AKP and Partner”
Gedung Dana Graha Tempat 305A
Jalan Gondangdia Kecil
Menteng Jakpus

Tentang detik’s Advocate

detik’s Advocate adalah rubrik pada detikcom berupa tanya-jawab serta konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan hendak dijawab dan dikupas tuntas oleh tim detik, para-para pakar di bidangnya serta akan ditayangkan di detikcom.

Pembaca boleh bertanya seluruh hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, rumpun, hubungan dengan kekasih, UNDANG-UNDANG Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam ikatan badan (UU Pornografi), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang ataupun disamarkan, disesuaikan dengan rencana pembaca. Seluruh identitas penyelidik kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di untuk, bisa dikirim ke saya ya di email: [email protected] com dan di-cc ke-email: andi. [email protected] com

Berhubung antusias pembaca untuk dialog hukum sangat beragam serta jumlahnya cukup banyak, saya mohon kesabarannya untuk mendapatkan jawaban.

Semua jawaban dalam rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat informasi di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Salam

Awak Pengasuh detik’s Advocate

Memandang juga Video: Demam Investasi saat Pandemi, Ada dengan Untung dan Merugi

[Gambas:Video 20detik]

(asp/knv)