Kejari Pidie Jaya Tangkap DPO Ujaran Kebencian Terhadap Gubernur Aceh

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Aceh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Hebat, Aceh, menangkap seorang terdakwa ujaran kebencian terhadap Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Karakter selama ini kabur serta masuk daftar pencarian karakter (DPO).

Kepala Bagian Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Aceh Munawal Hadi di Banda Aceh, Rabu (24/3), mengatakan tersangka atas nama Riki Akbar bin Ibrahim alias Abu Malaya, ditangkap tim Mengambil Buronan (Tabur) Kejari Pidie Jaya dan Kejati Aceh yang didukung kepolisian.

“Yang bersangkutan ditangkap di rumah orang tuanya di Gampong Meue, Pidie Jaya, Rabu (24/3), sekira pukul 09. 45 WIB. Penangkapan Abu Malaya sempat diwarnai tembakan peringatan sebab mencoba kabur saat bermaksud ditangkap, ” kata Munawal, seperti dilansir Antara , Kamis (25/3/2021).

Riki Akbar bin Ibrahim alias Abu Malaya terdakwa ujaran kemuakan melalui video yang disebar ke media sosial terhadap Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Riki dijerat Pasal 45a Ayat (2) jo Pasal 28 Bagian (2) jo Pasal 45 Ayat (3) jo Pasal 27 Ayat (3) UNDANG-UNDANG RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan berasaskan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Riki Akbar bin Ibrahim alias Abu Malaya kabur dari gedung isolasi COVID-19 di Meureudu, Kabupaten Pidie pada 4 Oktober 2020. Yang bersangkutan melakukan isolasi karena terpapar COVID-19.

“Saat melarikan diri, yang bersangkutan ialah tahanan jaksa penuntut umum. Dengan penangkapan tersebut, pasal ujaran kebencian terhadap Gubernur Aceh itu segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan, ” kata dia.

Munawal Hadi mengatakan penangkapan Riki Akbar bin Ibrahim alias Abu Malaya setelah Tim Tabur memantau keberadaan DPO tersebut pada rumah orang tuanya. Sesudah memastikan keberadaannya di sendi itu, tim menangkapnya.

“Setelah ditangkap, dengan bersangkutan dibawa ke tahanan Kejari Pidie Jaya. Terdakwa sudah menjalani tes COVID-19 dengan hasil nonreatif. Kemudian, terdakwa dititipkan ke Rutan Kelas IIB Sigli dalam Kabupaten Pidie, ” kata pendahuluan Munawal Hadi. (rfs/rfs)