Jokowi: Kita Harus Isi Berita Medsos dengan Keteduhan dan Kesejukan

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara terkait perkembangan komunikasi di Indonesia yang terhubung lewat teknologi. Dia berharap terhubungnya jaringan itu dapat menjadi wadah untuk menyebarkan kedamaian dan menumbuhkan toleransi.

“Dengan konektivitas luring dan daring yang semakin efektif, kita bisa meningkatkan komunikasi antarumat yang tersebar di seluruh Indonesia, di seluruh Tanah Air, untuk menyebarkan Islam wasathiyah, menyebarkan kesejukan dan kedamaian, menumbuhkan toleransi dalam perbedaan dan kebhinekaan, dan memperkokoh persatuan dalam keberagaman,” kata Jokowi dalam Muktamar IX PPP, yang ditayangkan dalam akun YouTube Satpres, Jumat (18/12/2020).

Dengan konektivitas yang terhubung ke seluruh pelosok negeri, Jokowi meminta adanya penyebaran inovasi untuk mengakselerasi kualitas sumber daya manusia. Tujuannya adalah untuk menghadapi tantangan perubahan dunia.

“Dan melalui konektivitas fisik dan digital kita bisa berbagi pengalaman dalam membangun daerah, dalam membangun desa. Ada 514 kabupaten/kota, 34 provinsi, 75.000 desa yang tersebar di seluruh Tanah Air. Kita bisa berbagai inspirasi untuk mengembangkan inovasi. Dan kita bisa mengakselerasi kualitas SDM di seluruh pelosok nusantara. Untuk menghadapi dunia yang sekarang ini penuh dengan perubahan, persaingan, hiper-kompetisi, antarnegara antarperusahaan, antarindividu yang betul-betul harus kita ikuti hari perhari,” ujarnya.

Untuk itu, Jokowi meminta semua elemen bangsa untuk mengisi jaringan ini baik di media sosial dan portal lainnya dengan hal hal yang bermanfaat. Tangkal berita hoaks dan tutup ujaran kebencian.

“Pemanfaatan infrastruktur untuk hal yang positif tersebut harus kita aktifkan agar ruang ini tidak diisi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Kita harus aktif mengisi pemberitaan di medsos dengan keteduhan, dengan kesejukan, dan kita juga harus mengklarifikasi berita yang tidak benar, berita hoaks, dan menutup banyaknya ujaran kebencian untuk kita saling menghormati dan menghargai sesama anak bangsa, saudara sebangsa dan setanah air,” ucapnya.

“Lembaga pendidikan umum maupun pesantren yang tersebar di seluruh tanah air, data yang saya miliki ada 28.000 ponpes. Kita harus saling berbagi, saling bekerja sama, untuk memperkokoh fondasi Pancasila di kalangan siswa dan santri. Untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan agar siswa dan santri kita memiliki karakter ke-Indonesia-an yang kuat,” lanjut Jokowi.

(eva/dnu)