Jakarta Kembali Macet, NasDem Pertanyakan Penerapan PPKM Mikro

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta

Dishub DKI Jakarta melaporkan kalau volume kendaraan di Ibu Kota hampir seperti zaman sebelum pandemi Corona. NasDem DKI Jakarta menyoroti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro yang tak efektif mencegah kemacetan.

“Masalah PPKM mikro tersebut masih berjalan apa nggak tahu ini, belum mampu memantau juga nih. Kalau saya melihat masyarakat aktivitas hampir normal saya sudah lihat di jalanan. Sebab beberapa ruas jalan terhenti. Tetapi memang saya tidak mengetahui itu dampak dibanding vaksinasi, sudah hampir kira-kira punya antibodi yang betul bagus, ataupun kantor-kantor melayani kapasitas 50% pun apakah masih menjalankan atau tidak datanya, ” kata Sekretaris Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Nova menilai aturan ganjil genap serupa tak akan memberikan efek jika diberlakukan kembali. Sebab, masyarakat banyak yang mempunyai dua kendaraan dan beranjak ke moda transportasi umum.

“Kalau kita berlakukan ganjil genap sedang tidak berpengaruh apa-apa. Tapi balik lagi ke PPMM mikro atau mungkin penyekatan 50% masih berjalan dengan efektif atau tidak, apakah dijalankan di kantor? ” kata dia.

“Kalau masalah ganjil genap kan kita bisa menentang aja ya masyarakat bisa menggunakan moda transportasi yang lain. Yang penting di hulunya dulu, kalau misal dalam kantor tetap 50%, zona itu tentunya saya berniat pembatasan PPKM Mikro atau PSBB masih berjalan. Dengan paling penting di hulunya ini, ” lanjutnya.

Nova meyakini total kendaraan akan berkurang bila kantor menaati aturan 50% kapasitas kantor. Dia mendahulukan bahwa PPKM mikro harus dijalankan secara disiplin.

“Kalau misalnya kantor disiplin dengan aturan dengan ada pasti berkurang. Kalau misal 50% WFH semua pasti berkurang. Makanya PPKM mikro ini berjalan kaya kah kebijakan ini, ” kata dia.