Dirut Sarana Jaya Tersangka KPK, Wagub DKI Pastikan Rencana BUMD Jalan Terus

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta

Dirut PD Sarana Jaya nonaktif, Yoory Corneles Pinontoan ditetapkan sebagai tersangka kasus perkiraan korupsi pengadaan lahan sebab KPK. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan program BUMD tidak terganggu.

“Insyaallah program dan lain-lain di BUMD nggak keganggu, karena ini kasus kan periode tahun 2018 kalau nggak salah, ” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021).

Riza memastikan proyek-proyek strategis tidak terhambat. Apalagi posisi Yoory kini sudah diisi sebab Direktur Pengembangan Perumda Pendirian Sarana Jaya Indra Sukmono Arharrys sebagai pelaksana tugas (Plt) PD Sarana Jaya.

“Program pekerjaan terus. BUMD kan nggak satu orang saja, tersedia direktur, manajer, ada mulia tim. Jadi kalau tersedia yang sedang jalani metode hukum kita hormati beri kesempatan, tentu berharap yang bersangkutan bebas, ” jelasnya.

Sebelumnya, kejadian yang menjerat Yoory sudah pada tahap penyidikan. Surat Perintah Penyidikan atau Sprindik sudah diteken pada 24 Februari 2021. Tercantum sejumlah nama sebagai tersangka, yakni Yoory Corneles, Anja Runtuwene, dan Tommy Adrian. Ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT Adonara Propertindo.

Jati tersangka yang disebutkan nyata, yaitu Yoory Corneles jadi Direktur Utama Perusahaan Ijmal Daerah Pembangunan Sarana Hebat. Tertera pula perkara dengan tengah diusut yaitu terkait pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 2019.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor).

(idn/idn)