Dibangunnya Tugu Sepeda Ratusan Juta Demi Hidup Sehat Masyarakat Jakarta

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah menjalankan pembangunan proyek tugu roda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Pembangunan itu menelan biaya Rp 800 juta dengan menggunakan persediaan dari pihak swasta.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku yakin tugu roda itu bakal jadi spot foto bagi kalangan milenial. Dia menyebut penganggaran kepada tugu sepeda pun telah diteliti oleh tim konsultan.

“Biayanya membentuk sudah dikaji dan diteliti oleh konsultan, tentu semua mengenai harga ada kaki yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Jadi silakan nanti ditanya oleh konsultan, kenapa imbalan Rp 800 juta? Tentu yang namanya kita kudu menghargai daripada seniman, kecil rupa kita yang melaksanakan dan para konsultan tentu nanti akan jadinya akan baik, cantik, menarik, & menjadi ikon di Jakarta, tempat selfie bagi teman-teman milenial, ” kata Riza di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/4)

Riza mengucapkan pihaknya telah mengalokasikan pendanaan terhadap seluruh sektor secara proporsional. Dia menyebut pembangunan tugu sepeda menggunakan biaya koefisien lantai bangunan (KLB).

“Ya semua kan ada alokasinya, pelajaran, sosial, kesehatan, olahraga, petunjuk, semua dialokasikan tentu alokasinya sangat proporsional ya, kita memperhatikan sumber pendanaan sejak mana nih, dari bagian ketiga bukan dari APBD, partisipasi dari swasta, dan kita mengalokasikan sesuai dengan peruntukannya, ini dana agak dari KLB, ” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Ariza ini kemudian mengungkapkan tujuan dibangunnya tugu sepeda itu. Taat Riza, tugu sepeda ini dibangun demi mendorong tumbuh sehat masyarakat selama pandemi virus Corona (COVID-19).

“Ya justru sebab di masa pandemi itu kita ingin mendorong asosiasi hidup sehat, hidup suci, lingkungan yang bersih, udara yang bersih dengan jalan menggunakan sepeda, ” perkataan Riza kepada wartawan dalam Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (11/4).

Riza mengklaim pembangunan tugu sepeda ini mendirikan masyarakat lebih berpacu memakai sepeda. Dia menyebut hendak terus mengkampanyekan kepada bangsa agar menggunakan alat pemindahan sepeda

“Kita ingin sepeda ini tak hanya digunakan alat tamasya, olahraga tapi juga jalan transportasi, ” kata Riza.

Politikus Gerindra ini memastikan keberadaan tugu sepeda itu tidak bakal mengundang adanya kerumunan. Tempat yang dipilih, kata Riza, sudah diperhitungkan sehingga nantinya bisa menjadi ikon segar DKI Jakarta.

“Sudah kita perhitungkan dengan para konsultan, para cakap (lokasi) tempat yang unggul tidak mengganggu justru akan menjadi ikon baru pada Jakarta dan komitmen kita pada pengguna sepeda & masyarakat, ” ucap Riza.

Sementara tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo mengatakan tugu sepeda akan ditargetkan selesai bulan depan. “Sama, seluruhnya akan dituntaskan, ” introduksi Syafrin kepada wartawan dalam Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/4).

Namun ternyata, pembangunan ratusan juta ini menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya masyarakat yang menjadi pejalan lengah.

Salah kepala warga, Alifah, menilai Tugu Sepeda itu tak efektif dan khawatir malah maka titik kumpul pesepeda yang kemudian mengganggu pejalan lengah. Dia menilai pembangunan Tugu Sepeda di atas trotoar adalah hal yang tak tepat.

“Mungkin kalau misalnya tugunya aja yang di sini & di sekelilingnya nggak tersedia apa-apa, mungkin nggak begitu mengganggu ya. Tapi takutnya nanti malah jadi tempat kayak buat nongkrong. Itu bisa mengganggu sih, ” kata Alifah.

Warga lainnya, Ilham, turut mengkritik keputusan Pemprov DKI Jakarta membangun Tugu Roda di atas trotoar. Dia menilai keberadaan Tugu Roda mengganggu pejalan kaki dengan ramai melintasi trotoar dalam Jalan Sudirman setiap harinya.

“Untuk taksiran Rp 800 juta, walaupun bilangnya dari pihak preman, menurut saya ini betul tidak lazim. Mungkin kekayaan itu bisa digunakan untuk hal lain misalnya shuttle sepeda atau garapan pembangunan lainnya, ” ujar Ilham.

Kritik juga datang dari DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP khawatir Jakarta makin rusak kausa pembangunan Tugu Sepeda.

“Tugu itu dibangun untuk menghormati seseorang/sesuatu dengan legendaris, dengan pengorbanan atau patriotiknya. Apa yang legendaris dari sepeda? Malah justru selalu minta diprioritaskan & mengambil anggaran dari APBD, bukan meringankan, malah membebani. Akan rusak sebuah praja kalau dipimpin dengan cara-cara seperti ini, karena kepentingan sekelompok lalu dibuat tonggak di ibukota dan dalam jalan utama/protokol, ” perkataan anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (9/4).

“Saya tahu Pemprov DKI tidak memafhumi bahwa ada skala pengutamaan dalam pengeluaran, kebijakan & lain-lain, ” imbuhnya. (whn/dhn)