Bekas Pimpinan Merapat untuk ‘KPK Mendengar’, Bahas Banyak Persoalan Korupsi

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta

Sejumlah mantan pimpinan KPK merapat ke Gedung Merah Suci KPK hari ini. Kedatangan itu ke KPK untuk diskusi bertajuk ‘KPK Mendengar’ dengan pimpinan saat ini. Ada yang menyarankan pimpinan KPK saat ini menonton ‘Damnation’.

Pimpinan KPK periode 2003-2007 Taufiqurrahman Ruki mengatakan perbincangan ‘KPK Mendengar’ bertujuan untuk memedulikan bagaimana KPK saat ini pada mata publik. Taufiq menyebut itu juga banyak membahas persoalan manipulasi di Tanah Air saat ini.

“Cuma untuk tahun ini, orang luar diwakili oleh mantan pimpinan. Jadi paling tak kami punya pengalaman tentang barang apa dan bagaimana KPK. Kita sampaikan kepada pimpinan sekarang ada hal yang perlu diperbaiki antara asing bla bla bla. Di bibir tentunya kita berikan apresiasi pada apa yang dilakukan KPK di bulan-bulan terakhir ini. Terus terang gairah menjadi muncul kembali setelah berbagai persoalan, ” kata Ruki usai menghadiri acara di Gedung Merah Putih KPK, Jl Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Ruki menjelaskan persoalan dengan dibahas dengan pimpinan KPK saat ini meliputi bagaimana penanganan peristiwa supaya lebih proper, cepat, serta teliti. Kemudian, dia menyebut dialog tadi juga membahas bagaimana masalah pencegahan dan penindakan di KPK agar senantiasa selalu selaras dan seimbang.

“Masalah-masalah suara lebih fokus kepada masalah pencegahan, supaya selalu connect antara pencegahan dan penindakan. Jangan pencegahan di kiri, penindakan di kanan. Banyak sekali masalah yang kita bahas. Kita semua sama-sama tahu, karena yang melaksanakan tahu yang tempat lakukan dan kami juga tahu apa yang pernah kami kerjakan, ” katanya.

Sementara itu, pimpinan KPK periode 2015-2019 Saut Situmorang menyebut bahwa dirinya memberikan masukan agar Ketua KPK Firli Bahuri menonton sebuah hidup berjudul Damnation. Dia juga menodong agar Firli tak takut secara ancaman siapa pun dalam peristiwa pemberantasan korupsi di Tanah Cairan.

“Saya malah minta Pak Firli nonton film namanya Damnation, supaya kita nggak kecewa lihat Indonesia seperti sekarang yang saya anggap seperti Amerika di tahun 1931. Jadi kita kata teori-teori juga tadi, bicara pengamalan dan tactical juga Intinya merupakan ini harus terus, tetap watak. Saya bahkan minta Pak Firli jangan takut diancam oleh siapa pun, dia harus tetap form untuk bekerja, ” pungkasnya.

(fas/gbr)