Arab Saudi Kecam Karikatur Nabi, Prancis Minta Warganya di RI Perdata

Jakarta kepala

Arab Saudi mengecam publikasi karikatur Nabi Muhammad yang menyinggung umat Muslim. Sementara dominasi Prancis mengimbau warganya di negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, untuk waspada di tengah maraknya penolakan atas karikatur Nabi Muhammad.

Kerajaan Saudi juga mengecam segala bentuk tindakan teroris dan menyerukan agar kebebasan intelektual serta budaya bertujuan untuk mempromosikan menikmati hormat, toleransi dan perdamaian.

Sementara itu, Kementerian Asing Negeri Prancis mengimbau warganya di negara-negara mayoritas Muslim untuk mengambil tindakan pencegahan dan keamanan tambahan dengan adanya gelombang kemarahan berasaskan karikatur Nabi Muhammad.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom , keadaan ini, Selasa (27/10/2020):

– Cetak Rekor Sempurna, Malaysia Catat 1. 240 Urusan Corona Sehari

Penularan kasus virus Corona (COVID-19) di Malaysia masih terus meningkat. Otoritas Malaysia melaporkan 1. 240 kasus Corona dalam sehari, dengan mencetak rekor sebagai tambahan urusan harian tertinggi selama pandemi Corona merajalela di negara ini.

Seperti dilansir kantor informasi Bernama , Selasa (27/10/2020), Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan tubuh pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, dalam pengumuman pada Senin (26/10) waktu setempat melaporkan bahwa 1. 240 peristiwa Corona tercatat dalam 24 tanda terakhir.

Angka itu mencetak rekor baru untuk bunga kasus Corona harian tertinggi yang pernah tercatat di wilayah Malaysia.

– Kongres AS Loloskan Amy Coney Barrett Jadi Hakim Agung Terbaru

Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan hakim konservatif Amy Coney Barrett yang dicalonkan Pemimpin Donald Trump, menjadi hakim luhur terbaru untuk Mahkamah Agung GANDAR. Barrett berhasil mendapatkan dukungan kebanyakan dalam voting yang baru saja digelar oleh para Senator AS.

Seperti dilansir AFP & Reuters , Selasa (27/10/2020), voting untuk menetapkan Barrett menjadi hakim agung digelar oleh Senat AS pada Senin (26/10) waktu setempat. Hasilnya menunjukkan 52 suara mendukung Barrett dan 48 suara menolaknya.

Hasil tersebut tampaknya sejalan dengan strip Partai Republik yang kini menahan Senat AS. Para politikus Republikan memberikan tepuk tangan saat buatan voting diumumkan.