Apeksi Minta Dana Kelurahan Diadakan Lagi

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menggelar rapat dewan pengurus pada Kota Bogor. Dalam pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah pokok rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Ketua Badan Pengurus Apeksi yang selalu Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan pertemuan itu merupakan rapat pertama kepengurusan Apeksi periode 2021-2024 dengan belum lama ini dikukuhkan oleh Menteri Dalam Jati Tito Karnavian.

Salah satu rekomendasi dengan ditekankan Apeksi adalah terkait dana kelurahan. Menurut Bima, dana kelurahan penting buat pemulihan perekonomian warga yang terdampak wabah COVID-19.

“Cukup banyak rekomendasinya. Tapi kami sampaikan beberapa hal saja. Apeksi meminta agar pemerintah pusat kembali mengalokasikan dana kelurahan. Di Kabupaten ada persediaan desa, kami sempat menikmati dana kelurahan itu semasa dua tahun tapi kemudian dihentikan. Padahal hari ini dana kelurahan diperlukan untuk economic recovery, untuk berjuang mengatasi pandemi, ” membuka Bima Arya dalam data tertulis, Sabtu (6/3/2021).

Kemudian terkait dengan Pilkada serentak, Apeksi meminta pemerintah bisa mengantisipasi persoalan yang tercipta hingga les dan sosialisasi yang perlu dilakukan secara masif supaya publik mengetahui tujuan dilakukannya Pilkada serentak.

“Harus ada solusi bagi persoalan tentang sumber daya pelaksana pilkada serentak. Tanpa sampai korban berjatuhan. Kemudian harus juga ada bentuk teknologi IT yang pelik sehingga Pilkada serentak tersebut tidak pemborosan dan lain-lain, ” ujar Bima.

“Tahapan-tahapannya pun sebaiknya dihitung cermat supaya tak beraturan dan tidak tersedia kekosongan pemerintahan yang menghalangi dampak. Kami juga sepakat agar edukasi dan sosialisasi tentang Pilkada serentak, supaya publik memahami mengapa perlu diselenggarakan Pilkada serentak. Siap ada konstruksi berpikir dengan sudah ada, perlu disosialisasikan kepada warga, ” tambahnya.

Rekomendasi lainnya yang dibahas dalam kerap tersebut adalah terkait secara bantuan sosial. Apeksi ingin pemerintah betul-betul memperhatikan, memfokuskan aspek pendataan untuk tumpuan sosial.

“Data harus transparan, data kudu update, sehingga tidak tersedia persoalan bahwa data tak valid, data tidak hati-hati. Kami sudah berkomunikasi secara Menteri Sosial Ibu Risma yang tentunya sudah punya pengalaman banyak juga sebagai Wali Kota Surabaya. Maka, dana bansos, pendataan warga tidak mampu menjadi afeksi pertama kami para pemangku kota, ” kata Bima.

Apeksi selalu siap bersama-sama pemerintah was-was untuk fokus kepada economic recovery, di mana penuh kota-kota yang memiliki daya dibidang pariwisata dan perniagaan.

“Ini beberapa agenda yang diperjuangkan sebagai rekomendasi eksternal yang hendak disampaikan kepada bapak Presiden. Waktunya sedang diatur, awak akan bertemu dengan abu Presiden dan para gajah untuk menyampaikan aspirasi dari 98 kota anggota Apeksi di seluruh Indonesia, ” jelasnya.

Selain rekomendasi kepada Presiden, Apeksi juga siap mendorong penguatan kapasitas dari sesama anggotanya. “Banyak wali kota terakhir yang perlu kami support. Kami ucapkan selamat pada dilantiknya kawan-kawan baru kami, para wali kota gres. Kami akan mendorong sharing session, Apeksi adalah wadah kekeluargaan, saling berbagi, ” tandasnya.

Rapat tersebut dihadiri 13 wali kota yang merupakan Lembaga Pengurus dan Ketua Komisariat Wilayah Apeksi, dua antaralain hadir secara daring.

Selain tuan sendi Wali Kota Bogor Bima Arya, tampak hadir Marten Taha (Wali Kota Gorontalo), Aminullah Usman (Wali Kota Banda Aceh), Hendrar Prihadi (Wali Kota Semarang), Abdullah Abu bakar (Wali Tanah air Kediri), Maulan Aklil (Wali Kota Pangkalpinang), Dewanti Rumpoko (Wali Kota Batu).

Selain itu, muncul juga SN Prana Putra Sohe (Wali Kota Lubuklinggau), Jefirstson R Riwu Kore (Wali Kota Kupang), Khairul (Wali Kota Tarakan) Richard Louhenapessy (Wali Kota Ambon). Sementara secara daring tampil Firdaus (Wali Kota Pekanbaru), Dedy Yon Supriyono (Wali Kota Tegal).

Usai rapat, Apeksi pula melakukan sinergi dan kolaborasi bersama Forum Rektor Nusantara, UCLG, Systemiq, Katadata serta Universitas Pertamina.

(prf/ega)