Anwar Ibrahim Kini Sadar Telah Ditipu Mahathir, Konsulat AS di China Ditutup

Jakarta

Politikus mulia Malaysia, Anwar Ibrahim, kini menyadari dirinya ditipu oleh mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad zaman Mahathir menjanjikan akan menyerahkan lembaga PM Malaysia kepadanya.

Seperti dilansir The Star, Senin (27/7/2020), pengakuan itu disampaikan Anwar, yang merupakan Ketua Partai Keseimbangan Rakyat (PKR), dalam wawancara kurang dengan Sin Chew Daily. Dituturkan Anwar bahwa sejak awal, dirinya mempercayai bahwa Mahathir akan menutup janji untuk menyerahkan kepemimpinan sesudah dua tahun menjabat.

“Kita tidak tahu sebelumnya, akan tetapi sekarang kita tahu, ” cakap Anwar dalam wawancara tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom , hari ini, Senin (27/7/2020):

– Jet Eurofighter yang Dilirik Prabowo Terbelit Perkiraan Korupsi di Austria

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tertarik untuk memborong 15 jet Eurofighter Typhoon bekas Austria. Pada Austria, pembelian Eurofighter Typhoon itu diwarnai kasus korupsi yang membuat rugi.

Dilansir AFP, DW, BBC, dan Reuters, diakses detikcom pada Senin (27/7/2020), Austria terlibat dalam sengketa hukum dengan konsorsium Eurofighter.

Pada 2003, Austria membeli 15 jet Eurofighter Typhoon itu dengan kehormatan 2 miliar Euro, atau kira-kira Rp 19 triliun bila menggunakan kurs pertengahan 2003 silam. Isu-isu tidak sedap mulai tercium setelahnya, dikabarkan sejumlah politikus mendapat kickback (keuntungan tidak sah/suap) dari pembelian pesawat tempur itu.

– Vietnam Evakuasi 80 Ribu Orang dari Danang Gegara 3 Kasus Corona

Otoritas Vietnam mengevakuasi 80 ribu orang, yang kebanyakan turis lokal, dari wilayah Danang di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Evakuasi besar-besaran dilakukan setelah 3 warga Danang dinyatakan positif Corona pada akhir pekan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/7/2020), Vietnam sedang dalam kondisi waspada tinggi setelah pemerintah mengonfirmasi kemunculan satu kasus penularan masyarakat baru sejak April lalu, pada Sabtu (25/7) waktu setempat.

Tiga kasus lainnya dilaporkan di dalam dan sekitar wilayah Danang pada Minggu (26/7) waktu setempat.

– Kamboja Larang Penerbangan dari Indonesia dan Malaysia

Otoritas Kamboja akan melarang sementara semesta penerbangan dari Malaysia dan Nusantara untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Larangan penerbangan sementara ini akan mulai berlaku efektif semenjak 1 Agustus mendatang.

Seperti dilansir The Star, Senin (27/7/2020), dalam pengumuman yang dirilis Sabtu (25/7) waktu setempat, Departemen Kesehatan Kamboja menyatakan pihaknya melaporkan adanya lonjakan kasus impor (penularan di luar negeri) dalam seminggu terakhir, khususnya dari Malaysia & Indonesia.

Dari 108 penumpang yang dinyatakan positif Corona setelah tiba di Kamboja melalui Malaysia dan Indonesia, disebutkan kalau 55 orang di antaranya menumpang pesawat dari Malaysia.

– Anwar Ibrahim Saat ini Sadar Ditipu Mahathir Soal Komitmen Jadi PM Malaysia

Politikus terkemuka Malaysia, Anwar Ibrahim, kini menyadari dirinya ditipu oleh mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad saat Mahathir menjanjikan akan menyerahkan jabatan PM Malaysia kepadanya.

Seperti dilansir The Star, Senin (27/7/2020), pengesahan itu disampaikan Anwar, yang adalah Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), dalam wawancara eksklusif dengan Sin Chew Daily. Dituturkan Anwar kalau sejak awal, dirinya mempercayai kalau Mahathir akan memenuhi janji buat menyerahkan kepemimpinan setelah dua tahun menjabat.

“Kita tak tahu sebelumnya, tapi sekarang kita tahu, ” ucap Anwar pada wawancara tersebut.

– Resmi Ditutup, Konsulat GANDAR di Chengdu Diambil Alih China

Otoritas China menyatakan pihaknya telah mengambil mendaulat gedung Konsulat Amerika Serikat (AS) di kota Chengdu yang diperintahkan ditutup. Penutupan Konsulat AS itu menjadi balasan dari China atas langkah otoritas AS memerintahkan penutupan Konsulat China di Houston, Texas.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (27/7/2020), Kepolisian Chengdu membatasi akses ke kawasan sekitar gedung Konsulat AS dalam Senin (27/7) pagi waktu setempat. Empat personel dengan alat penjaga diri (APD) terlihat berpatroli dalam luar Konsulat AS pada memukul 10. 24 waktu setempat.

Dalam pernyataan via media sosial, Kementerian Luar Negeri China China menyatakan bahwa Konsulat AS di Chengdu resmi ditutup dalam Senin (27/7) sekitar pukul 10. 00 waktu setempat. Gedung Konsulat itu juga resmi diambil alih oleh otoritas China.

“Pukul 10. 00 waktu setempat pada 27 Juli, menurut suruhan pihak China, Konsulat AS pada Chengdu ditutup. Setelah itu, otoritas China masuk melalui pintu depan dan mengambil alih, ” serupa itu bunyi pernyataan kantor diplomasi terbuka pada Kementerian Luar Negeri China.

Tonton gambar ‘Anwar Ibrahim: Mahathir Jangan Menggunakan ‘Pintu Belakang”:

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)